Minggu, 27 Februari 2011

pariwisata

Pariwisata
Potensi pariwisata di Kabupaten Penajam Paser
Utara sangat didukung oleh letak posisinya yang
strategis sebagai pintu gerbang trans Kalimantan
serta menjadi lalu lintas perdagangan antar
provinsi.
Wisata bahari
Pantai Tanjung Jumlai
Pantai Tanjung Jumlai memiiki lebar pantai kurang
lebih 100-150 meter dengan bentangan pantai
sepanjang 15 km. Pantai Tanjung Jumlai memiliki
panorama yang eksotis dan memiliki pasir
kwarsa kasar sehingga dasar laut dapat terlihat
jelas. Selain bisa menikmati kawasan pantai yang
asri, kawasan pantai Tnjung Jumlai juga memiliki
areal yang bisa digunakan sebagai areal
perkemahan.
Pantai Sipakario (Nipah-Nipah)
Pantai Sipakario yang oleh masyarakat Kabupaten
Penajam Paser Utara biasa disebut dengan "Pantai
Nipah-Nipah" mempunyai letak yang strategis
karena berada tepat diteluk Balikpapan dan
berjarak 8 km dari pusat pemerintahan
Kabupaten Penajam Paser Utara. Sunset juga
dapat dinikmati dari Pantai Sipakario.
Pulau Gusung
Obyek Wisata Pulau Gusung berada di kawasan
Pantai Tanjung Jumlai memiliki 4 gugusan Pasir
Gusung atau timbunan pasir laut yang dikelilingi
areal terumbu karang (coral reef) yang terdiri dari
56 jenis karang dan 47 jenis ikan, baik ikan yang
dapat dikonsumsi maupun ikan hias. Selain itu,
diperairan Pulau Gusung juga terdapat salah satu
jenis ikan langka yang dilindungi yaitu Ikan
Napoleon. Menariknya, sekitar 80% terumbu
karang yang ditemukan di kawasan Pulau Pusung
adalah terumbu karang hidup yang langka dan
kini sulit ditemukan.
Wisata seni dan budaya
Penduduk asli dari Kabupaten Penajam Paser
Utara adalah Suku Dayak Paser. Namun hingga
saat ini Suku Dayak Paser seolah-olah menjadi
suku minoritas karena mereka bermukim di
pelosok-pelosok dan pedalaman. Seni dan
budaya Kabupaten Penajam Paser Utara pun tidak
terlepas dari kebudayaan suku Dayak Paser.
Pesta adat
Pesta Adat Nondoi
Nondoi merupakan pesta adat suku Dayak Paser.
Pesta Adat Nondoi dilaksanakan 2 tahun sekali.
Dalam Pesta Adat Nondoi dilaksanakan upacara
pesta panen, syukuran, pagelaran tari dan lain-
lain.
Pesta Pantai Sipakario
Pesta Pantai Sipakario diadakan dalam rangka
memperingati HUT Kabupaten Penajam Paser
Utara. Pesta Pantai Sipakario diadakan setiap
tahun. Adapun materi acara adalah Festival
Layang-layang dan Lomba Perahu Hias, Parade
Band, pagelaran tari dan lain-lain.
Pesta Pantai Lango
Pesta Adat Pantai Lango diadakan dalam rangka
memperingati bulan Safar. Rangkaian upacara
yang diadakan adalah pelarungan sesaji ke laut
dengan tujuan agar penduduk yang bermata
pencaharian sebagai nelayan diberi kelimpahan
hasil laut.
Seni Tari
Uok Botung
Uok Botung artinya Hantu Bambu, adalah tarian
pedalaman suku Dayak Paser yang digarap oleh
Sanggar Seni Entero Penajam Paser Utara
merupakan tarian yang menceritakan tentang
keberadaan Uok Botung yang sangat
mengganggu ketenteraman masyarakat. Hal
tersebut membuat prihatin 5 orang pemuda yang
kemudian tergerak semangatnya untuk
membantu masyarakat mengusir Uok Botung
tersebut. Namun karena Uok Botung memiliki
kesaktian yang amat sangat luar biasa maka
kelima pemuda tersebut tidak dapat mengalahkan
Uok Botung. Hal tersebut kemudian membuat iba
Dewi Bumi dan merasa harus turun tangan
membantu 5 orang pemuda tersebut dengan
cara menurunkan kesaktiannya. Akhirnya berkat
bantuan Dewi Bumi, 5 orang pemuda tersebut
mampu mengalahkan Uok Botung dengan cara
menerbangkan Mandau mereka.
Tari Jepen Ampiek Muslimah
Tari Jepen Ampiek Muslimah adalah tarian Pesisir
yang mengangkat cerita tentang perilaku gadis
muslim pesisir yang beranjak dewasa dan
sedang mencari jati diri. Gerak yang mengambil
pola kehidupan keseharian wanita uslim dalam
menapaki kehidupan, membuat tarian ini menjadi
tarian yang dinamis namun tidak terlepas dari
norma-norma seorang wanita muslim yang
diolah sedemikian rupa sehingga terciptalah
sebuah tari dengan gaya dan ciri khas yang
terpancar dari kostum dan gerak.
Tari Kode Bura (Kera Putih)
Tari Kode Bura menggambarkan seekor kera
putih yang mrmcoba melindungi habitat burung
Tukuk yang selalu diburu oleh orang-orang yang
tak bertanggung jawab terhadap kelestarian
satwa yang dimiliki masyarakat suku Paser.
Pada suatu hari sekelompok burung Tukuk
sedang bermain, tanpa mereka sadari bahaya
sedang mengintai dan kegembiraan mereka
tidaklah berlangsung lama karena salah satu dari
mereka tiba-tiba roboh dan mati ditembus anak
sumpit seorang pemburu. Datanglah seekor kera
putih yang marah terhadap pemburu dan
perkelahian pun terjadi antara pemburu dengan
kode bura dan pada akhirnya sang pemburu
kalah. Seluruh penghuni hutan pun bergembira
karena sang pemburu telah tewas. Tarian ini
mengingatkan pada kita agar selalu mencintai dan
menyayangi hutan dan satwa yang ada agar
terhindar dari kepunahan.
Tari Rentak Penajam
Tari Lenggang Taka
Ronggeng Paser

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkann dicommenttt . . .
Dilarang keras comment yg brbau 'JOROG' jd untk para yg 'OCA-OCA' maaf . .
Comment akan saya hapus . .
Hehehehe